Terduduk aku di padang rumput ini
yang terhampar luas hingga ke kaki bukit
dan dengan kedua bola mataku
aku menatap alam yang berseri dibawah mentari
hasil karya-Mu yang terindah…
Kulihat ilalang tersenyum padaku
bergoyang-goyang, menari-nari
diiringi nyanyian angin yang bertiup
dan ketika Kau melintas melewatiku
kucoba menjaring hembusan nafas-Mu
yang menyisir perlahan lagi lembut pada rambutku
hingga nafas-Mu kembali bercambur dengan oksigen
juga unsur-unsur kimia di udara…
Kucoba pula kejar langkah-langkah kaki-Mu
berjalan seiring waktu yang tak pernah bosan berjalan
dan kucoba menyaring irama suara-Mu
suara yang sudah lama aku tunggu
karena lewat pita suara-Mu,
tercipta alunan melodi-melodi indah
hingga hati siapa yang tak bergetar mendengarnya
Ada senyum yang terkulum di bibir-Mu
saat kutangkap tubuh-Mu
yang penuh dengan aroma harumnya surgawi
lewat telingaku… kudengar…
Kau bisikkan kata-kata mesra padaku
Dan ketika Kau berjalan mendekat kepadaku
pegang hangat tanganku, remas erat jariku
berikan kesempatan langka untukku
mengecap… merasa… merindu… indahnya surga-Mu
hingga terasa semakin bergetar hati ini
Dan dari degup-degup kencang jantungku
yang berpacu seiring metabolisme tubuh
kusebut selalu nama-Mu yang agung…
dan selalu kupesankan pada burung-burung
yang terbang riang, bebas di udara…
untuk membawa suaraku setinggi-tingginya ke langit
hingga Engkau kan mendengarnya…