Oleh: namakutya | April 29, 2008

Kusebut nama-Mu

Terduduk aku di padang rumput ini

yang terhampar luas hingga ke kaki bukit

dan dengan kedua bola mataku

aku menatap alam yang berseri dibawah mentari

hasil karya-Mu yang terindah…

Kulihat ilalang tersenyum padaku

bergoyang-goyang, menari-nari

diiringi nyanyian angin yang bertiup

dan ketika Kau melintas melewatiku

kucoba menjaring hembusan nafas-Mu

yang menyisir perlahan lagi lembut pada rambutku

hingga nafas-Mu kembali bercambur dengan oksigen

juga unsur-unsur kimia di udara…

Kucoba pula kejar langkah-langkah kaki-Mu

berjalan seiring waktu yang tak pernah bosan berjalan

dan kucoba menyaring irama suara-Mu

suara yang sudah lama aku tunggu

karena lewat pita suara-Mu,

tercipta alunan melodi-melodi indah

hingga hati siapa yang tak bergetar mendengarnya

Ada senyum yang terkulum di bibir-Mu

saat kutangkap tubuh-Mu

yang penuh dengan aroma harumnya surgawi

lewat telingaku… kudengar…

Kau bisikkan kata-kata mesra padaku

Dan ketika Kau berjalan mendekat kepadaku

pegang hangat tanganku, remas erat jariku

berikan kesempatan langka untukku

mengecap… merasa… merindu… indahnya surga-Mu

hingga terasa semakin bergetar hati ini

Dan dari degup-degup kencang jantungku

yang berpacu seiring metabolisme tubuh

kusebut selalu nama-Mu yang agung…

dan selalu kupesankan pada burung-burung

yang terbang riang, bebas di udara…

untuk membawa suaraku setinggi-tingginya ke langit

hingga Engkau kan mendengarnya…


Beri tanggapan

Your response:

Kategori