Oleh: namakutya | April 28, 2008

Sajadah bisu

Saat basuh diriku

dengan sejuknya aliran air suci

bersihkan debu-debu benci

hingga cairkan hati yang dingin membeku

Tertatap di depan mataku

sehampar sajadah tak bicara

tempat biasa aku mengaku pada-Mu

selaga laku berumur masa

Dan kukenakan kain panjangku

tutupi sekujur tubuhku dari aurat

berdiri di atas sajadah bisu

bisikkan doademi doa yang merangkak perlahan

iringi hatiku menembus langit ketujuh

Aku merunduk pasrah

saat pujian mulai melantun dari bibir kering ini

tak terasa air mata menganak sungai di pipi

ketika kusadari senyum-Mu merekah

Aku bersujud di hadapan-Mu

dan kening ini rasanya tak ingin lepas

dari sajadah panjangku yang bisu

bagian dari sisi hidupku

untuk mencintai diri-Mu

selama jiwa masih bisa bernafas…


Beri tanggapan

Your response:

Kategori