Saat basuh diriku
dengan sejuknya aliran air suci
bersihkan debu-debu benci
hingga cairkan hati yang dingin membeku
Tertatap di depan mataku
sehampar sajadah tak bicara
tempat biasa aku mengaku pada-Mu
selaga laku berumur masa
Dan kukenakan kain panjangku
tutupi sekujur tubuhku dari aurat
berdiri di atas sajadah bisu
bisikkan doademi doa yang merangkak perlahan
iringi hatiku menembus langit ketujuh
Aku merunduk pasrah
saat pujian mulai melantun dari bibir kering ini
tak terasa air mata menganak sungai di pipi
ketika kusadari senyum-Mu merekah
Aku bersujud di hadapan-Mu
dan kening ini rasanya tak ingin lepas
dari sajadah panjangku yang bisu
bagian dari sisi hidupku
untuk mencintai diri-Mu
selama jiwa masih bisa bernafas…